HUBUNGAN LANDASAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI DALAM EKSISTENSI SEBUAH ILMU

LANDASAN ONTOLOGI
                Landasan Ontologi bertolak pada pertanyaan dasar, yaitu apa yang di telaah ilmu? Bagaimana ujud hakiki objek ilmu? Bagaimana hubungan antara objek dan subjek? Dengan perkataan lain bagaimana subjek memandang objek yang dihadapi? Bila subjek mempertanyakan status keberadaan objek, maka secara ontologis metafisik, hakikat ‘yang ada’ atau ‘being’ ada dua jenis, yaitu objek yang konkret dan objek yang abstrak.
                Ontologi membahas bidang kajian ilmu atau objek ilmu. Penentuan objek ilmu diawali dari subjeknya. Yang dimaksud di sini adalah pelaku ilmu. Subjek dalam ilmu adalah manusia, bagian manusia yang paling berperan ialah daya pikirnya.
                Landasan ontology dari ilmu pengetahuan adalah analisis tentang objek materi dari ilmu pengetahuan. Objek materi ilmu pengetahuan adalah hal-hal atau benda-benda empiris.
LANDASAN EPISTEMOLOGI
                Persoalan epistemology adalah bagaimana proses yang memungkinkan diri memperoleh pengetahuan yang berupa ilmu. Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan ilmu yang benar. Apa yang di sebut kebenaran itu sendiri? Apa kriterianya? Cara, tekhnik sarana apa yang membantu kita untuk memperoleh pengetahuan yang berupa ilmu.
                Kebenaran dalam ilmu adalah kebenaran yang bersifat objektif. Artinya ialah bahwa kebenaran itu suatu teori atau  lebih tinggi berupa aksioma atau paradigm harus didukung oleh fakta-fakta yang berupa kenyataan dalam keadaan objektifititasnya atau dalam keadaan sesungguhnya. Kebenaran yang benar-benar lepas dari keingina subjek. Kenyataan yang dimaksud adalah kenyataan yang berupa sesuatu yang dapat dipakai acuan atau kenyataan yang pada mulanya  merupakan objek dalam pembentukan pengetahuan ilmiah itu.
                Landasan epistemology dari ilmu pengetahuan adalah analisis tentang proses tersusunnya ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan disusun melalui proses yang disebut metode ilmiah (keilmuan).
LANDASAN AKSIOLOGI
                Dasar aksiologi ilmu membahas tentang mafaat yang diperoleh manusia dari pengetahuan yang didapatkan. Tidak dapat dipungkiri, ilmu telah memberikan sumbangan begitu besar bagi kehidupan manusia. Ilmu mampu memberi kemudahan-kemudahan bagi manusia dalam mengendalikan kekuatan-kekuatan alam.
                Persoalan pokok aksiologi mencakup tentang nilai subjektif dan nilai objektif, metode memperoleh nilai, dan wujud nilai. Ada dua pertanyaan mendasar tentag nilai yaitu apakah sesuatu itu bernilai karena diinginkan oleh subjek atau subjek yang menginginkannya karena sesuatu hal itu sendiri mengandung nilai.
                Landasan aksiologi dari ilmu pengetahua adalah analisis tentang penerapan hasil-hail temuan ilmu pengetahuan. Penerapan ilmu pengetahuan dimaksudkan untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dan keluhuran hidup manusia.
CONTOHNYA DALAM ILMU KEPERAWATAN
Hampir semua penyakit dan ilmu dapat dipelajari oleh kita. Semua itu berangkat dari filsafat. Filsafat itu ibarat pondasi dalam sebuah bangunan. Filsafat (mencari kebenaran versi manusia) mulanya berasal dari dataempiris. Filsafat ilmu adalah ikhtiar manusia untuk memahami pengetahuan agar menjadi bijaksana. Dengan filsafat ilmu keabsahan atau cara pandang harus bersifat ilmiah. Filsafat ilmu memperkenalkan knowledge dan science yang dapat ditransfer melalui proses pembelajaran atau pendidikan.

Leave a comment? Don't be a silent reader :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s