My whole body feels to be broken T,T #FutureNurse

Halo good readers semua! akhirnya saya punya kesempatan buat sekedar curhat di blog lagi..

Sejak bulan april lalu saya disibukkan dengan kegiatan dinas di rumah sakit. Belum sebagai perawat, tapi status sebagai mahasiswa (walaupun sudah S.Kep sih LOL).

Untuk mendapat gelar “Ns.” itu susahnya minta ampun, bahkan di minggu2 awal dinas saya malah sakit dan dibawa periksa ke dokter :” makasih loh @reighliciouz_dh yg udah nganterin :”””

Untungya gak sakit parah, awalnya kakak perawat yang mengira kalau saya demam berdarah. Setelah periksa sama dokter ternyata cuma common flu + radang tenggorokan, Alhamdulillah ya~ saya parno soalnya kalo harus di opname😦 pasti keluarga di kampung  pada heboh ckckckck

Walaupun sebenarnya sedih juga sih habis sakit tapi harus ganti dinas dua hari T,T rasanya kayak habis jatuh tertimpa tangga pula hahahaha

Sekarang saya sudah memasuki minggu ke 10, gak kebayang deh capeknya…Sebagai mahasiswa yang sedang menempuh masa studi, mau gak mau, kita harus rela mengerjakan semua pekerjaan perawat  di rumah sakit yang gw tempati praktik ini (walaupun gak semua juga perawat tergantung sama mahasiswa).

Dengan sesuka hati mereka biasa menyuruh mahasiswa mengerjakan ini itu. “Adeeekkk!” “Adek mahasiswa!” “Ners unhas!” dan beberapa kata lainnya kerap membuat saya merasa trauma. Ya, karena saya adalah tipikal orang yang gak suka di suruh-suruh makanya saya selalu trauma tiap perawat senior memekikkan kata “Adeeeekk!”

Kata tersebut bahkan sering masuk dalam mimpi dan membuat saya seringkali terbangun di tengah malam LOL. idk why -_______-

Saya masih ingat bagaimana hari pertama praktik di rumah sakit (yang katanya) sudah terakreditasi internasional ini (padahal biasa aja). Saya menghadapi pasien yang tiba-tiba sesak nafas di ruang perawatan khusus yang disebut ruang HCU (High Care Unit). Dan saat itu, saya gak punya gambaran apapun tentang apa saja yang harusnya saya lakuin saat itu.

Namanya juga DINAS HARI PERTAMA.

Dan bener….

semua teori yang pernah lo baca di buku bakalan ngilang seketika saat lo lagi ngadepin situasi emergency

Di hari pertama itu, saya yang gak tau apa2 disuruh menghadapi pasien gawat dan perawatnya sibuk menelpon dokter yang dari tadi gak ngangkat telponnya. Mungkin teman saya yang juga dinas saat itu memperhatikan kepanikan saya.

Saya khilaf, tidak seharusnya saya panik didepan keluarga pasien T,T untungnya pada akhinrnya pasien tersebut bisa diselamatkan.

Sejak kejadian hari itu, saya berusaha untuk lebih berani dan lebih bertanggung jawab menghadapi pasien. Siapa tahu saja ada kejadian yang lebih berat dari situ.

Sekian. To be continued…..


Leave a comment? Don't be a silent reader :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s