skripsi oh skripsi…

Biasanya, hari-hari saya pasti dipenuhi dengan cerita kehidupan yang bisa dibilang santai dan lumayan terbebas dari stress.

Dan

Semuanya berubah drastis setelah SKRIPshit menyerang. Kalo dulunya pulang dari kampus paling langsung nyalain laptop buat nonton nonton film, dengar music atau cuma online. Nonton drama korea mulai dari yang cuma 2 episode (ini MV Wolf versi drama yang endingnya ngegantung bangetㅋㅋㅋㅋㅋ), drama yang cuma 4 episode (MIMI), yang 16 maupun 20 episode, bahkan yang 50 episode pun saya ladeni (You’re the Best Lee Soon Shin). Belum lagi nonton Running Man.

Semua kebiasaan itu sudah saya tinggalin di tahun 2014. Sekarang udah 2015, jadi saya fokus ke skripsi dulu agar bisa wisuda di waktu yang tepat. Walaupun agak deg-degan juga sih, bisa gak yah saya ikutan wisuda juga pas bulan maret nanti ToT

Saya akuin loh kalo skripsi ini walaupun cuma tugas akhir tapi banyak sekali rintangan yang harus saya lalui

Pembimbing 1 cuti melahirkan

Pembimbing 1 yang notabene nya dia yang paling tahu soal skripsi saya, dia justru orang yang gak bisa hadir pas saya lagi ujian proposal karna dia lagi cuti. Seperti anak ayam yang kehilangan induknya, begitulah saya ketika ujian proposal.

Entah kenapa, dari awal saya ngerasa kalo pembimbing 1 ini gak terlalu peduli sama apa yang saya lakuin. Judul saya banyak yang ditolak. Beberapa kali saat mau konsul, saya harus menunggu giliran paling akhir diantara semua teman-teman yang ngantri mau konsul😦 Bahkan pernah satu kali saya yang udah janjian sama dia duluan, udah senang banget disuruh masuk ke ruangannya, tapi pas saya masuk dia ternyata cuma mau nyuruh saya buat beli milo dingin. . .hiks. Dan ujung-ujungnya, hari itu saya konsul paling terakhir. KZL.

Mengurus ijin penelitian

Mengurus ijin penelitian adalah bagian yang juga cukup melelahkan. Kita harus mengumpulkan tanda-tangan sebanyak 5 buah dulu (ttd pembimbing 1, ttd pembimbing 2, ttd penguji 1, ttd penguji 2 dan ttd ketua prodi) baru bisa urus surat ijin meneliti di Litbang. Dan mengumpulkan tanda-tangan yang terdiri dari 5 buah tanda tangan itu mustahil di dapatkan dalam 1 hari. Lo harus melalui beberapa penolakan-penolakan terlebih dahulu. Sumpah ini melelahkan, untuk mengurus ini saja saya butuh waktu sekitar 1 bulan.

Di tambah lagi harus nungguin ketua prodi balik dari Jepang dulu.

Menunggu itu…..tidak enak.

Setelah melewati tahap itu, akhirnya saya ditemani oleh uping dan pani dan satu orang lagi tp saya lupa namanya siapa. Sambil nunggu surat dari litbang keluar, kita singgah dulu main ice skating hehehe. Dan pulangnya kita singgah makan duren :9

Mulai meneliti di kampung sendiri euy

Sumpah, meneliti di kampung itu nggak semenyenangkan yang saya kira.

Data penduduk di kelurahan yang seharusnya tempat saya meneliti justru gak ada. Saya heran, kok mereka gak punya data kependudukan?

Pegawai kelurahan, dinkes sama puskesmas di sana gak membantu sama sekali. Malahan pas waktu ke kantor kelurahan, semua mba-mba pegawai disana lagi sibuk belanja tas.

WTF!

Sekali lagi saya peringatkan buat teman-teman yang punya niat meneliti di kampung, mending tanyaain dulu apakah disana data penduduk ata data-data lainnya lengkap atau nggak.

Secara pribadi, saya nyesal sudah memutuskan meneliti di kampung. Padahal di kampung saya sendiri😦

Oke lebay…

tulisan kali ini semuanya hasil curhatan ya hahaha


Leave a comment? Don't be a silent reader :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s