Bagaimana Cara Cacing Bernapas?

Sebagian besar cacing bernapas menggunakan permukaan tubuhnya, misalnya anggota filum Platyhelminthes, yaitu Planaria, dan anggota filum Annelida, yaitu cacing tanah (Pheretima sp.). Namun, beberapa Annelida bernapas dengan insang, misalnya Annelida yang hidup di air. Polychaeta (golongan cacing berambut banyak), bernapas menggunakan sepasang porapodia yang berubah menjadi insang.

Pada Planaria, O2 yang terlarut dalam air berdifusi melalui permukaan tubuhnya. Begitu pula dengan pengeluaran CO2. Pada cacing tanah, O2 berdifusi melalui permukaan tubuhnya yang basah, tipis, dan memiliki pembuluh-pembuluh darah. Selanjutnya, O2 diedarkan ke seluruh tubuh oleh sistem peredaran darah. Sedang CO2 sebagai sisa pernapasan dikeluarkan dari jaringan oleh pembuluh darah, kemudian keluar melalui permukaan tubuh secara difusi.

Permukaan tubuh cacing tanah selalu basah. Hal itu berfungsi untuk mempermudah proses difusi O2 melalui permukaan tubuhnya.

^^


Leave a comment? Don't be a silent reader :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s