Lembar Kerja Mahasiswa (Hasil tutorial klp 3 "Lapar")

Lembar kerja mahasiswa
(lapar)
Kelompok  3
Rosmini
Andi reski handayani
Rezkypurnama sari
Musdalifa
Alivia Anggreni azis
Sri ambari
Aswanto
Nurul asmi
Susilawati
Sri handayani nober
Reni andayani
Nawir
Endah kusumowarni
Tutorial  kelompok 3
Skenario
Seorang guru laki-laki (29 thn) datang kepusat pelayanan kesehatan dengan keluhan lemas, pusing, dan perut keroncongan. 1 bulan terakhir mengalami perubahan pola makan akibat meningkatnya jadwal mengajar dan aktivitas lainnya. Rambut yang acak-acakan dan pakaian yang kurang rapi menunjukkan penurunan perawatan diri. BB bulan lalu 65 kg, saat ini 50 kg dengan tinggi badan 165 cm. Konstipasi dialami lebih dari 1 pekan.
Klarifikasi kata kunci :
1.      Konstipasi merupakan  Rasa sulit untuk buang air besar & berkurangnya frekuensi untuk buang air
besar sehingga kurang dari 2 kali per minggu. Disebabkan karena kekurangan asupan makanan yang mengandung serat. Efek bagi tubuh ketika terlalu lama feses dikeluarkan maka akan menyebabkan penyerapan  racun bagi tubuh.
2.      Keroncongan merupakan kondisi dimana suara yg dihasilkan perut ketika sedang kelaparan sebenarnya merupakan bunyi yang berasal dari lambung dan usus. Pada saat kita bernapas, terdapat udara yg tertelan ke dalam perut. Selain itu setelah mencerna makanan, usus juga akan menghasilkan gas. Saat itu, yakni apabila makanan sudah selesai dicerna, perut masih terus bereaksi dan mengakibatkan otak besar menghasilkan perasaan lapar. Gas-gas inilah yg berputar-putar di dalam perut dan mengeluarkan suara krucuk-krucuk. Jadi, bunyi ketika perut lapar merupakan suara peristaltik perut.
3.      Perawatan diri merupakan salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai dengan kondisi kesehatannya
4.      Pusingmerupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami  gangguan yang dipengaruhi  bagian tubuh  yang mempengaruhi keseimbangan
5.      Lemas merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat melakukan aktivitas karena kekurangan energi. keadaan yang berlaku apabila oksigen terhalang/sekat daripada memasuki saluran pernafasan akibat tenggelam dalam air, tetapi tidak sampai menyebabkan kematian. Walau bagaimanapun, kekurangan oksigen dalam darah boleh mengakibatkan kerosakan tisu dan mati otak, dan fenomena ini digelar lemas.
6.      Lapar merupakan Sensasi keinginan terhadap makanan & berhubungan dengan efek fisiologis lain, seperti kontraksi pada lambung dan rasa gelisah sehingga menuntut ketersediaan makanan yang adekuat.
7.      Penurunan Perawatan diri merupakan suatu keadaan dimana seseorang tidak lagimelakukan perawatan diri disebabkan karena lebih fokus kepada pekerjaan, Sibuk, waktu,  banyaknya kegiatan, sakit, banyak pikiran ( stress ), faktor body image, kurang pengetahuan, faktor kebiasaan/budaya,

KATA/PROBLEM KUNCI
Masalah yang timbul akibat :
Ø  konstipasi
1.      Sakit perut
2.      Gerakan Peristaltik menurun
3.      Iritasi pada mukosa rektum
4.      Nyeri pada saat mengedan
5.      Kurangnya nafsu makan
6.      Frekunsi flatus meningkat
7.      Hemoroid/ambeyyen
Ø  Keroncongan
1.      Perut Kembung
2.      Mual
3.      Maag / Gastritis
4.      tremor
5.      Pusing
6.      Konsentrasi kurang
7.      Lemas
8.      Sering bersendawa
Ø  Pusing
1.      Hilang Keseimbangan
2.      Sakit Kepala
3.      Vertigo
Ø  Lemas
1.      Tidak bisa beraktivitas ( Lemas )
2.      Akral dingin
Ø  Perubahan Pola Makan
®  ( Meningkat )
1.      Meningkatnya nafsu makan
2.      Kolesterol
3.      Obesitas
®  ( Menurun )
1.      Turunnya BB
2.      Diet
3.      Anoreksia
4.      Faktor Ekonomi
5.      Stress 
6.      Waktu
7.      Ativitas penuh
Ø  Lapar
1.      Obesitas
2.      Kekenyangan
3.      Sakit Perut
4.      Kembung
Ø  Rambut Acak-acakan
1.      Kurang Percaya Diri
2.      Kurang Pergaulan
3.      Malas
PERTANYAAN  DAN JAWABAN :
1.      Faktor  apa yang mempengaruhi rasa lapar !
J  Pada saat aktivitas seseorang banyak. Maka Pemasukan dan pengeluaran tidak seimbang. Karena pengeluaran lebih besar dari pemasukan, sehingga nutrisi yang di tabung dalam tubuh kurang.
2.      Jelaskan penyebab dan tanda-tanda dari  konstipasi  ?
J  Penyebab :
·      kebiasaa defekasi yang tidak teratur
·      Mengabaikan keinginan untuk melakukan devekasi
·      akibat mengonsimsi makanan yang rendah serat
·      kurangnya penasukan cairan dalam tubuh ( kurang minum )
·      Tirah baring yang panjang (orang yang tidak pernah bergerak/kurang pergerakan)
·      kurangnya olahraga yang teratur
·      Pemakaian laksatif(obat pencahar) yang terlalu lama.
 
J  Tanda-tanda:
·      Feces yang keras dan kering
·      Devekasi yang kurang dari 2-3x/minggu
·      Menurunnya gerakan peristaltik
·      adanya keluhan pada rectum,cntohnya : keluhan nyeri atau adanya luka dalam rektum
·      Adanya perasaan sisa feces dalam Anus
·      Nyeri pada saat mengedan.
3.      Bagaimana Mekanisme terjadinya lapar ?
J  Lapar dapat terjadi karena adanya stimulasi dari suatu faktor lapar, yang akan mengirimkan impuls tersebut ke pusat lapar di otak, yakni hipotalamus bagian lateral, tepatnya di nucleus bed pada otak tengah yang berikatan serat pallidohypothalamus. Otak inilah yang akan menimbulkan rasa lapar pada manusia. Setelah tubuh mendapat cukup nutrisi yang ditentukan oleh berbagai faktor, maka akan mengirim impuls ke pusat kenyang yakni di nucleus ventromedial di hipotalamus. Kemudian tubuh akan merasa puas akan makan. Sehingga kita berhenti makan. 
4.      Bagaimana pola makan yang sehat ?
J  Jenis makanan yang kita konsumsi harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan nutrient spesifik. Jumlah makanan yang kita makan pun harus seimbang dengan energy yang kita keluarkan. Apabila jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada energy yang kita keluarkan maka akan mengalami kelebihan BB. Jadwal makan yang teratur juga sangat berpengaruh.
5.      Apa yang menyebabkan seseorang mengalami anoreksia ?
J  Penyebab pastinya belum diketahui, namun diduga akibat kombinasi antara karakter pribadi, emosi dan pola pikir, selain itu bisa dipengaruhi oleh faktor biologi dan lingkungan.
6.      Mengapa pada saat lapar, perut kita berbunyi ?
J  Seperti yang kita ketahui. Lambung dan usus adalah alat pencernaan di dalam perut yang selalau bergerak tanpa henti karena fungsinya yang mencerna makanan. Apabila semua makanan sudah dicerna, maka di dalam organ ini jelas tidak ada makanan dan hanya tersisa udara.
Lambung dan usus yang terus bergerak, membuat udara yang ada akan terdorong kesana dan kemari. Dan membuat bunyi di dalam perut ketika Anda sedang lapar atau keroncongan
7.      Mengapa ketika seseorang merasa lapar dapat menyebabkan  seseorang menjadi
pusing?
J  Karena saat berpikir kita memerlukan energy dan kadar gula. Saat kita lapar, sementara energy dan glukosa berkurang kita tidak bisa berpikir sehingga menjadi pusing
8      Mengapa pada saat lapar perut terasa perih atau sakit ?
J  karena asam pada lambung meningkat, sedangkan di dalam lambung itu sendiri tidak ada makanan yang akan di olah , jadi lama kelamaan asam lambung tersbut bisa mengikis dinding lambung yang akhirnya dinding lambung dapat terkikis … dan jadilah penyakit gastritis .
9      Efek apa yang ditimbulkan ketika menunda rasa lapar ?
J  Akibat penundaan lapar adalah terjadi kontraksi peristaltic yang ritmis di korpus lambung , ketika kontraksi berturut – turut tersebut sangat kuat , kontraksi – kontraksi ini menimbulkan kontraksi tetanik yang continue dan kadang berlangsung selama 2 sampai 3 menit. Kontraksi ini sangat meningkat ketika kadar gula darah lebih rendah dari normal. Kontraksi ini dapat menimbulkan rasa nyeri ringan di bagian bawah lambung , disebut Hunger Pans. Hunger pans tidak terjadi sampai waktu 12 sesudah masuknya makanan terakhir. Selain jika penundaan ini belangsung dalam waktu yang lebih lama maka akan terjadi metabolic lemak dan protein untuk menggantikan kadar gula yang turun
TUJUAN PEMBELAJARAN
Ø  Mahasiswa dapat mengetahui kata/istilah yang muncul dalam problem kata
Ø  Mahasiswa dapat memahami istilah medis yang digunakan dalam dunia keperawatan
Ø  Mahasiswa dapat menganalisis kasus yang dihadapi dengan mempertimbangkan beberapa informasi yang telah diperoleh
Ø  Mahasiswa dapat mengetahui faktor penyebab timbulnya konstipasi
Ø  Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh pola makan terhadap perut keroncongan
Ø  Mahasiswa dapat membuat ASKEP untuk konstipasi
INFORMASI TAMBAHAN
1.  Gerakan peristaltik adalah gerakan yang terjadi pada otot-otot pada saluran pencernaan yang menimbulkan gerakan semacam gelombang sehingga menimbulkan efek menyedot/menelan makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Hal ini menjelaskan mengapa air yang kita minum tidak tumpah keluar kembali walaupun kita minum sambil menjungkirbalikan tubuh sekalipun
2.  Rektum  Organ dimana berfungsi menahan feces sementara yang akhirnya keluar melalui anus
3.  Flatus : pembuangan gas
4.  Maag/gastritis : peradangan yang terjadi pada mukosa lambung
5.  Tremmor : gemetar
6.  Akral dingin : keringat dingin
7.  Obesitas : kelebihan Berat badan ( kegemukan )
8. Kembung/Flatulen : keadaan penuh udara dalam abdomen akibat adanya gas yang berlebihan      dalam usus dalam lambung
9.  Hemoroid/Ambeyyen : keadaan terjadinya pelebaran Vena di daerah anus,sebagai akibat peningkatan tekanan di daerah anus
10. Devekasi : proses pengosongan usus /proses pengeluaran feces dari saluran pencernaan melalui anus
11.Anus : tempat keluarnya Feces
12.Vertigo : Pusing Berat
13.Hipotalamus : Bagian otak yang berisi sejumlah Nukleus kecil dengan berbagai fungsi .
14.Anxietas : perasaan takut yang berlebihan
Klarifikasi informasi
1.      Hipotalamus : Hipotalamus bertanggung jawab untuk proses metabolisme tertentu dan kegiatan lain dari Sistem Saraf otonom. Ini mensintesis dan mengeluarkan neurohormonnya, sering disebut hipotalamus-melepaskan hormon, dan ini pada gilirannya merangsang atau menghambat sekresi hormon hipofisis. Hipotalamus mengontrol suhu tubuh, lapar, haus, kelelahan, dan siklus sirkadian
2.      Flatus : Gas berlebihan dalam saluran pencernaan (esofagus, perut, usus kecil dan kolon) datang daripada dua sumber; 

a) Udara yang anda telan (menerusi tabiat mengunyah gula-gula getah atau merokok) 

b) Peningkatan penghasilan gas daripada makanan tidak hadam yang dipecahkan oleh bakteria dalam usus

3.      Gastritis :tanda-tanda yang biasa muncul pada Gastritis Akut lainnya, yaitu Anorexia, mual, muntah, nyeri epigastrium, perdarahan saluran cerna pada Hematemesis melena, tanda lebih lanjut yaitu anemia.sedangkan gastrits kronik Kebanyakan klien tidak mempunyai keluhan, hanya sebagian kecil mengeluh nyeri ulu hati, anorexia, nausea, dan keluhan anemia dan pemeriksaan fisik tidak di jumpai kelainan
4.      Tremor :
GEJALA
Tremor bisa timbul sekali-sekali, untuk sementara waktu atau hilang timbul; dengan kecepatan sekitar 6-10 tremor/detik.

Tremor bisa terjadi pada otot kepala, tangan, lengan, kelopak mata dan otot lainnya; tetapi jarang mengenai bagian bawah tubuh.

Tremor bisa terjadi pada salah satu maupun kedua sisi tubuh.

Suara bisa terdengar bergetar; kepala mengangguk-angguk.

Tremor menghilang jika penderita tidur.

5.      Ansietas : Tanda dan Gejala Ansietas
       Keluhan-keluhan yang sering dikemukan oleh orang yang mengalami ansietas (Hawari, 2008), antara lain sebagai berikut :
1. Cemas, khawatir, firasat buruk, takut akan pikirannya sendiri, mudah tersinggung.
2. Merasa tegang, tidak tenang, gelisah, mudah terkejut.
3. Takut sendirian, takut pada keramaian dan banyak orang.
4. Gangguan pola tidur, mimpi-mimpi yang menegangkan.
5. Gangguan konsentrasi dan daya ingat.
6. Keluhan-keluhan somatik, misalnya rasa sakit pada otot dan tulang, pendengaran berdenging (tinitus), berdebar-debar, sesak nafas, gangguan pencernaan, gangguan perkemihan, sakit kepala dan sebagainya.
6.      Devekasi :
Proses terjadinya Devekasi :
Makanan dari lambung masuk ke dalam usus halus,kemudian dicerna dan di absorbsi,lalu diteruskan ke dalam usus besar,di dalam usus makanan dibentuk dan di cerna menjadi feces.yang siap dibuang dan diteruskan kedalam rektum.Pada saat rektum mengalami distensi/pembengkakan,saraf sensoris yang ada di rektum distimulus dirangsang sehingga membawa impuls/rangsangan yang menyebabkan spinter interna /lapisan dalam rektum berelaksasi.sehingga mendorong feces banyak memasuki rektum.pada saat bersamaan impuls ini membawa rangsangan ke medula/otak yg akan mengeluarkan perintah.nah,,seseorang pada individu untuk melakukan devekasi dengan gerakan peristaltik,dalam usus mendorong feces dari rektum menuju anus,hingga terjadilah proses devekasi.
Analisa dan sintesis informasi :
Dari skenario diatas,ditemukan hasil :
·         Pengkajian Subjektif
1.      Riwayat Kesehatan dengan keluhan lemas, pusing, dan perut keroncongan.
2.      Informasi gaya hidup, satu bulan terakhir mengalami perubahan pola makan akibat meningkatnya jadwal mengajar dan aktivitas lainnya.
3.      Penurunan Perawatan diri, berat badan 65 kg. konstipasi dialami lebih dari satu pekan.
·         Pengkajian objektif
1.      Abdomen diaskultasi  terhadap adanya bising usus dan karakternya
2.      Memberi tindakan perawatan diri
3.      Menimbang berat badanà 50 kg
4.      Memberi asupan makanan yang berserat
5.       mengatur pola makan
6.      Inspeksi feses terhadap bau, warna, ukuran, bentuk, komponen, dan konsistensi.
·         Diagnosa
1.      Konstipasi b/d faktor fungsional (kebiasaan menolak keinginan untuk devekasi)
2.      Ansietas  b/d masalah pola eliminasi yang tidak teratur
·         Masalah
1.      Penyakit anorektal (hemoroid)
2.      Impaksi fekal
·         Perencanaan dan implementasi
Tujuan utama mencakup perbaikan atau pemeliharaan pola regular eliminasi usus normal, asupan cairan dan makanan tinggi serat yang ade kuat, memahami metode untuk menghindari konstipasi,danhilangnya ansietas tentang pola eliminasi usus.
·         Intervensi Keperawatan
1.      Mempertahankan eliminasi
2.      Mengurangi ansietas
3.      Menyusun waktu untuk defekasi, biasanya setelah makan atau pada waktu tidur
4.       Menggunakan latihan relaksasi sesuai kebutuhan
5.       Menambahkan makanan tinggi serat pada diet
6.       Meningkatkan masukan cairan hingga 2 liter/24 jam
7.      Pendidikan pasien dan pertimbangan perawatan di rumah
·         Evaluasi
1.      Membuat pola regular untuk defekasi
2.      Mendemonstrasikan pemahaman tentang tindakan yang tepat untuk mencegah konstipasi
3.       berkurangnya ansietas tentang fungsi usus
4.      Tidak mengalami konstipasi
Laporan diskusi :
Setelah melakukan diskusi mengenai skenario dalam modul yang berjudul LAPAR,,,kami dapat mengetahui,bagaimana semestinya keadaan lapar ituu.yang mana ketika seseorang lapar,kita tidak boleh menunda-nunda,banyaknya penyakit yang akan ditimbulkan dari rasa lapar,melihat skenario yang disediakan,terdapat banyak gejala,khususnya konstipasi,kami mengangkat bahwa masalah yang timbul pada kasus tersebut berdasarkan data subjektif dan Objektif adalah HEMOROID. Dimana hemoroid adalah keadaan terjadinya pelebaran vena di daerah anus,sebagai akibat peningkatan tekanan di daerah anus,yang disebabkan dari adanya konstipasi / vena yang ada di anus ditekan oleh feses sehingga vena keluar bersama feces.
Adapun dalam menyelesaikan modul ini,kami mengalami banyak kendala,baik dalam pencarian informasi,maupun memahami berbagai istilah-istilah yang muncul.,kami mengadakan tutorial berulang untuk memahami isi daripada modul tersebut.
Tak lupa kami ucapakan banyak terimakasih pada pihak yang telah membantu,khusunya pada fasilitator kami.sekian dan terimakasih.
REFERENSI
Iqbal, Wahit. 2008. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Penerbit EGC
Potter & Perry. 2006. Fundamental Keperawatan. Jakarta: Penerbit EGC

Leave a comment? Don't be a silent reader :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s